Minggu, 08 Maret 2015

puisiQ

puisi buatanku





KECIL-KECIL CABE RAWIT SESION 1

Hidup ini bagaikan roda yang berputar, terkadang kita diatas dan terkadang pula kita dibawah tergantung nasib dan usaha kita yang mau mengubahnya. Ketika aku duduk senidiri, terpaku menatap laptop didepan mata meriview keadaan dimasa lalu yang begitu indah. Teringat masa-masa SMP yang menyenangkan.
Di masa SMP begitu banyak kenangan yang tidak pernah aku lupakan, persahanabatan, persaingan dll. Aku akan ceritakan kisah masa2 SMPQ dulu, hahaha

Masa-masa SMP itu dimana keadaan kita beralih dari anak-anak berjalan menuju remaja, orang bilang she anak ABG gitu, hehehehe. Di saat pertama kali mau mendaftar SMP, hatiku itu senang banget soalnya akan punya banyak teman. Itulah pemikiranQ, hingga akhirnya aku mulai satu persatu dipertemukan teman-teman yang menjadi sahabatku sehingga aku membentuk sebuah genk sekolahan. Awal masuk SMP Q dah bersahabat dengan riska,jesa,ineng n ani. Kami berteman dari SD, hingga SMP. Kami selalu bersama2 dan sampai kami berpikir untuk membuat genk, tidak lama setelah aktif masuk sekolah saya dipertemukan dengan hira dan rindi. Mereka berdua sama2 pendiam dan tidak banyak bicara, akupun mulai mendekati mereka untuk bergaul dengan kami berempat.
“hay.... nama kalian siapa?” ucapku, tapi mereka hanya terdiam melongo melihatQ. “ kok kalian gak jawab she?” ucapku dengan kesal. Merekapun menjawab “ aku rindi”, “aku hira” jawab meraka. “owh gitu yah, kok kalian didalam kelas terus she? Gak mw gabung sama kami berempat?” “emangnya boleh” kata hira, “ yaiyalah, kitakan cari teman bukan cari musuh” jawabQ. “betul banget irma” sahut ineng. “owh iya, makasih kalau kalian mau berteman dengan kami ber2” kata rindi. “owh iya nhe, sekarangkan bukan 4 org lagi tapi sudah bertembah 2 org. Bagaiman kalau kita buat genk? “ “ide yang bagus tuh ir” sahut riska. Setelah kami pikir akhirnya aku menemukan nama yang cocok, aku teringat dengan sepedaQ dirumag yg tulisannya girvin. “ bagaimana kalau nama genk kita itu virgin?” sahutQ, teman2pun setuju dengan ideQ itu.makin lama persahabatan kita makin kuat, saya menjadi ketua geng tersebut. Walaupun saya yang paling kecil n kurus,hehehe. Tapi saya yang ditakuti n berani, namun ada2 saja orang yang iri dengan genk saya. Mereka bilangi saya sok jagoanlah, itulah, inilah tapi saya gak peduli dengan mereka, emang she teman2 cowok dikelasQ pada takut sama saya soalx saya galak n paling gak suka digangguin cowok. Saya n temanQ buat perjanjian, selama SMP gak ada yg boleh pcaran dan semuanya setuju.
                Pada suatu hari, kelas VIIB sedang belajar namun dengan kenakalan2Q. Aku membimbing teman2 genkQ untuk ribut, kebetulan saat itu guru gak masuk jadi kami bertanding menyanyi sekeras-kerasnya tanpa sdar ternyta guru sedang mengajar disebelah dengan pedeQ bernyanyi sekras2nya sambil memukul2 bangku untuk dijadikan gendang. Berdirilah sosok laki2 masih muda, rambut cepak, tinggi, dan muka yah agak lumayan dikitlah menatapQ dengan sinis namun aku tidak sadar dia sudah memperhatikan kami dari tadi tapi aku tiba2 heran edengan temanQ yang tiba2 diam seribu kata dan bahasa tanpa ada suara tapi aku tetap bernyanyi. Tiba2 datang murid laki2 yang bernama aldo datang memperingati kami aagar diam, aldo itu dikenal sebgai bams samson soalx wktu kita ospek dia selalu menyanyikan kenangan terindah lagux band samson. “irma, kamu diam mhe itu? Kita lagi belajar, marah pak guru disebelah gara2 suara jelekmu. Dah suarax jelek, cempreng lagi” ejek aldo, “biarin, blg sj kmu fens sma sya” jwabq. “pokokx sebentar kamu menghadap sama pak gru beserta genkmu itu” ujarnya. Kami semua pun takut karna guru itu mengajar juga dikelasQ, dia terkenal cuek n jutek gitu she..... tapi pak guru Q itu teman kakakQ, selain dia mengajar di SMP dia juga mengajar di SMK. Ups... lupa nama pak guruQ itu pak malik namanya. 
                Setelah bel keluar main dibunyikan Q n the genk pun mengahadap dia diruangan guru, kami ber6 pun saling dorong dorong untuk masuk keruang dewan guru saolnya guru2 lagi ngumpul jadi kami semua takut. Dengan perasaan berdebar2, serasa jantung mau copot karna aku ketua genk terpaksa aku duluan yang maju berhadapan pak malik disusul dengan teman2Q kami jalan bersusun layakx seorang itik yang sedang rapi berbaris.
 “pak, kita panggil kami?” ujarQ, “enggak” jawabnya dengan santai. “loh, tadi aldo bilang katanya kita panggil kami pak gara-gara ribut saat bapak mengajar?” ucap ineng, “enggak, saya cuman suruh aldo umtuk suruh kalian diam?” ucapnya, aku pun dan teman2ku meminta maaf karna telah ribut saat dia mengajar. Kamipun keluar dengan hati lega, “kurang ajar tu aldo, berani bohongi kita lagi” ucapQ. “irma, kita harus balas tuh she aldo jelek dan lotong itu” ucap jesa (lotong= orang yang kulitnya hitam karna matahari). “ayo, kita kekelasnya” jawabQ dengan kesal, sebelum kekelasnya akupun mencari sapu untuk pakai pukul aldo tapi ternyta saat aku kekelasnya dia sudah lari sembunyi duluan. Bel masuk pun berbunyi, kami semua segera berlarian masuk kekelas. Karna kami ber6 selalu bersama namun cuman ani yang beda kelas dengan kami karna dia kelas VIIB sedangkan kami ber5 kelas VIIA, kami berlima duduk dekat2an. “ineng pelajaran apa lagi?” kata hira, “biologi”. Matapelajaran biologi baru masuk, jadi masih proses perkenalan dengan guru. Saat sedang asyik cerita dengan teman2ku gurupun masuk, suasana yang tadinya ribut kini menjadi sunyi dan teman2ku terpaku kedepan dengan memandangi sosok guru didepan yang tinggi, rambut agak ikal, putih, cakep dan murah senyum. Namax adalah pak jamal, dia adalah teman pak malik dan teman mengajar kakakQ di SMK, ineng berbisik padaku “irma cakepnya itu pak guru?”, “iya she,hehehe” kami berdua tertwa dan semua mata mengarah pada kami, “yang dibelakang kenapa tertwa” tanya pak guru. “ gak ada apa2 pak” jwabQ, hari2pun membuat kami semakin akrab ber6. Tapi suatu hari masalahpun datang, teman2ku mengadu kepada saya “irma, kemarin waktu kita lagi tnggu mobil pulang mereka gangguki” sambil hira menunjuk gerombolan anak laki2 yang memang sering buat masalah, “ da apakan ko?” tanyaku, “da ganggu2q, da lempar baru da tarik2 tanganku?” jawabnya. “tenang, sbentar dikelas kita kasih pelajaran mereka itu. Mentang2 mereka laki2, da pikir saya takut” jawabku dengan sok berani sperti superhero kesiangan, hehehe. Saat mereka masuk kelas, akupun melabrak mereka.
“kenapa kalian ganggu temanku kemarin” tanyaQ, “ich urusanmukah?” jawab ikbal, “iya donk, secara temanku kalian ganggui”. Kamipun bertengkar dikelas, dia pun maju ingin pukul saya tapi aku tidak takut karna aku pikir aku bukanlah wanita lemah yang gampang diremehin laki2 tapi dia hanya menggenggam kuat tnangnx tapi tdak memukul2 juga, dia hanya melototiku. Kalau dia memukul saya duluan, saya gak takut untuk berkelahai ma mereka. Mereka selalu remehin aku karna aku yang kecil tapi guru2 selalu bilang aku she kecil2 cabe rawit walau kecil namun gesit. Hehehe, dari pertengkaran itu mulailah bagiku awal yang buruk dari situ aku mulai mereka ganggu2i, mulai mereka menyukai saya walaupun begitu aku tdak tertarik dengan cinta karna aku pikir, aku masih anak SMP yang gak boleh taw ap itu pacaran yang penting kebersamaan dengan genkQ.
Bersambung..................................................................