Hidup ini bagaikan roda yang
berputar, terkadang kita diatas dan terkadang pula kita dibawah tergantung
nasib dan usaha kita yang mau mengubahnya. Ketika aku duduk senidiri, terpaku
menatap laptop didepan mata meriview keadaan dimasa lalu yang begitu indah.
Teringat masa-masa SMP yang menyenangkan.
Di masa SMP begitu banyak
kenangan yang tidak pernah aku lupakan, persahanabatan, persaingan dll. Aku
akan ceritakan kisah masa2 SMPQ dulu, hahaha
Masa-masa SMP itu dimana keadaan
kita beralih dari anak-anak berjalan menuju remaja, orang bilang she anak ABG
gitu, hehehehe. Di saat pertama kali mau mendaftar SMP, hatiku itu senang
banget soalnya akan punya banyak teman. Itulah pemikiranQ, hingga akhirnya aku
mulai satu persatu dipertemukan teman-teman yang menjadi sahabatku sehingga aku
membentuk sebuah genk sekolahan. Awal masuk SMP Q dah bersahabat dengan
riska,jesa,ineng n ani. Kami berteman dari SD, hingga SMP. Kami selalu bersama2
dan sampai kami berpikir untuk membuat genk, tidak lama setelah aktif masuk sekolah
saya dipertemukan dengan hira dan rindi. Mereka berdua sama2 pendiam dan tidak
banyak bicara, akupun mulai mendekati mereka untuk bergaul dengan kami
berempat.
“hay.... nama kalian siapa?” ucapku, tapi mereka hanya
terdiam melongo melihatQ. “ kok kalian gak jawab she?” ucapku dengan kesal.
Merekapun menjawab “ aku rindi”, “aku hira” jawab meraka. “owh gitu yah, kok
kalian didalam kelas terus she? Gak mw gabung sama kami berempat?” “emangnya
boleh” kata hira, “ yaiyalah, kitakan cari teman bukan cari musuh” jawabQ.
“betul banget irma” sahut ineng. “owh iya, makasih kalau kalian mau berteman
dengan kami ber2” kata rindi. “owh iya nhe, sekarangkan bukan 4 org lagi tapi
sudah bertembah 2 org. Bagaiman kalau kita buat genk? “ “ide yang bagus tuh ir”
sahut riska. Setelah kami pikir akhirnya aku menemukan nama yang cocok, aku
teringat dengan sepedaQ dirumag yg tulisannya girvin. “ bagaimana kalau nama
genk kita itu virgin?” sahutQ, teman2pun setuju dengan ideQ itu.makin lama
persahabatan kita makin kuat, saya menjadi ketua geng tersebut. Walaupun saya
yang paling kecil n kurus,hehehe. Tapi saya yang ditakuti n berani, namun ada2
saja orang yang iri dengan genk saya. Mereka bilangi saya sok jagoanlah,
itulah, inilah tapi saya gak peduli dengan mereka, emang she teman2 cowok
dikelasQ pada takut sama saya soalx saya galak n paling gak suka digangguin
cowok. Saya n temanQ buat perjanjian, selama SMP gak ada yg boleh pcaran dan
semuanya setuju.
Pada
suatu hari, kelas VIIB sedang belajar namun dengan kenakalan2Q. Aku membimbing
teman2 genkQ untuk ribut, kebetulan saat itu guru gak masuk jadi kami
bertanding menyanyi sekeras-kerasnya tanpa sdar ternyta guru sedang mengajar
disebelah dengan pedeQ bernyanyi sekras2nya sambil memukul2 bangku untuk
dijadikan gendang. Berdirilah sosok laki2 masih muda, rambut cepak, tinggi, dan
muka yah agak lumayan dikitlah menatapQ dengan sinis namun aku tidak sadar dia
sudah memperhatikan kami dari tadi tapi aku tiba2 heran edengan temanQ yang
tiba2 diam seribu kata dan bahasa tanpa ada suara tapi aku tetap bernyanyi.
Tiba2 datang murid laki2 yang bernama aldo datang memperingati kami aagar diam,
aldo itu dikenal sebgai bams samson soalx wktu kita ospek dia selalu
menyanyikan kenangan terindah lagux band samson. “irma, kamu diam mhe itu? Kita
lagi belajar, marah pak guru disebelah gara2 suara jelekmu. Dah suarax jelek,
cempreng lagi” ejek aldo, “biarin, blg sj kmu fens sma sya” jwabq. “pokokx
sebentar kamu menghadap sama pak gru beserta genkmu itu” ujarnya. Kami semua
pun takut karna guru itu mengajar juga dikelasQ, dia terkenal cuek n jutek gitu
she..... tapi pak guru Q itu teman kakakQ, selain dia mengajar di SMP dia juga
mengajar di SMK. Ups... lupa nama pak guruQ itu pak malik namanya.
Setelah
bel keluar main dibunyikan Q n the genk pun mengahadap dia diruangan guru, kami
ber6 pun saling dorong dorong untuk masuk keruang dewan guru saolnya guru2 lagi
ngumpul jadi kami semua takut. Dengan perasaan berdebar2, serasa jantung mau
copot karna aku ketua genk terpaksa aku duluan yang maju berhadapan pak malik
disusul dengan teman2Q kami jalan bersusun layakx seorang itik yang sedang rapi
berbaris.
“pak, kita panggil
kami?” ujarQ, “enggak” jawabnya dengan santai. “loh, tadi aldo bilang katanya
kita panggil kami pak gara-gara ribut saat bapak mengajar?” ucap ineng, “enggak,
saya cuman suruh aldo umtuk suruh kalian diam?” ucapnya, aku pun dan teman2ku
meminta maaf karna telah ribut saat dia mengajar. Kamipun keluar dengan hati
lega, “kurang ajar tu aldo, berani bohongi kita lagi” ucapQ. “irma, kita harus
balas tuh she aldo jelek dan lotong itu” ucap jesa (lotong= orang yang kulitnya
hitam karna matahari). “ayo, kita kekelasnya” jawabQ dengan kesal, sebelum
kekelasnya akupun mencari sapu untuk pakai pukul aldo tapi ternyta saat aku
kekelasnya dia sudah lari sembunyi duluan. Bel masuk pun berbunyi, kami semua segera
berlarian masuk kekelas. Karna kami ber6 selalu bersama namun cuman ani yang
beda kelas dengan kami karna dia kelas VIIB sedangkan kami ber5 kelas VIIA,
kami berlima duduk dekat2an. “ineng pelajaran apa lagi?” kata hira, “biologi”. Matapelajaran
biologi baru masuk, jadi masih proses perkenalan dengan guru. Saat sedang asyik
cerita dengan teman2ku gurupun masuk, suasana yang tadinya ribut kini menjadi
sunyi dan teman2ku terpaku kedepan dengan memandangi sosok guru didepan yang
tinggi, rambut agak ikal, putih, cakep dan murah senyum. Namax adalah pak
jamal, dia adalah teman pak malik dan teman mengajar kakakQ di SMK, ineng
berbisik padaku “irma cakepnya itu pak guru?”, “iya she,hehehe” kami berdua
tertwa dan semua mata mengarah pada kami, “yang dibelakang kenapa tertwa” tanya
pak guru. “ gak ada apa2 pak” jwabQ, hari2pun membuat kami semakin akrab ber6. Tapi
suatu hari masalahpun datang, teman2ku mengadu kepada saya “irma, kemarin waktu
kita lagi tnggu mobil pulang mereka gangguki” sambil hira menunjuk gerombolan
anak laki2 yang memang sering buat masalah, “ da apakan ko?” tanyaku, “da
ganggu2q, da lempar baru da tarik2 tanganku?” jawabnya. “tenang, sbentar
dikelas kita kasih pelajaran mereka itu. Mentang2 mereka laki2, da pikir saya
takut” jawabku dengan sok berani sperti superhero kesiangan, hehehe. Saat mereka
masuk kelas, akupun melabrak mereka.
“kenapa kalian ganggu temanku kemarin” tanyaQ, “ich
urusanmukah?” jawab ikbal, “iya donk, secara temanku kalian ganggui”. Kamipun bertengkar
dikelas, dia pun maju ingin pukul saya tapi aku tidak takut karna aku pikir aku
bukanlah wanita lemah yang gampang diremehin laki2 tapi dia hanya menggenggam
kuat tnangnx tapi tdak memukul2 juga, dia hanya melototiku. Kalau dia memukul
saya duluan, saya gak takut untuk berkelahai ma mereka. Mereka selalu remehin
aku karna aku yang kecil tapi guru2 selalu bilang aku she kecil2 cabe rawit
walau kecil namun gesit. Hehehe, dari pertengkaran itu mulailah bagiku awal
yang buruk dari situ aku mulai mereka ganggu2i, mulai mereka menyukai saya
walaupun begitu aku tdak tertarik dengan cinta karna aku pikir, aku masih anak
SMP yang gak boleh taw ap itu pacaran yang penting kebersamaan dengan genkQ.
Bersambung..................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar